KATA PEGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, oleh karena berkat dan rahmat-nya sehingga kami data menyelesaikan makalah ini dengan baik yang meruakan hasil diskusi kami yaitu untuk meyelesaikan tugas mata kuliah Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia sebagai salah satu tugas untuk memahami betapa entingnya kita mengetahui bagaimana PENGELOLAAN KELAS

Dalam makalah ini kami telah menuangkan hal diskusi kami secara maksimal sehingga kami masih banyak kekurangan dan meyemurnakan makalah ini. Haraan kami semoga makalah ini bermanfaat bagi temanteman dan juga kami selaku embuat makalah ini.

PENULIS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Guru dituntut memiliki kemampuan mengelola komponen-komponen pembelajaran, yang dapat membuat suasana proses belajar mengajar efektif.Ketertiban dalam proses belajar mengajar didambakan oleh setiap para pendidik dan peserta didik, untuk itu guru harus mampu merubah suasana kelas yang dapatmembuat siswa dalam proses belajar bersemangat, mempunyai tantangan dan berkeleluasaan.Seorang guru idealnya menguasai teknik-teknik pengelolaan kelas. Guruyang dapat menerapkan prinsip kehangatan dan keantusiasan dalam proses belajar mengajar akan lebih disenangi oleh para peserta didik. Selain itu guru harus dapatmenerapkan prinsip tantangan dalam proses belajar sebagai bahan motivasi bagisiswa untuk belajar lebih giat.Inti kegiatan suatu sekolah atau kelas adalah proses belajar mengajar (PBM). Kualitas belajar siswa serta para lulusan banyak ditentukan olehkeberhasilan pelaksanaan PBM tersebut atau dengan kata lain banyak ditentukanoleh fungsi dan peran guru. Pada dewasa ini masih banyak permasalahan yang berkaitan dengan PBM. Seringkali muncul berbagai keluhan atau kritikan parasiswa, orang tua siswa ataupun guru berkaitan dengan pelaksanaan PBM tersebut.

B.Tujuan Peyusunan Makalah
Makalah ini bertujuan untuk:

1. .Mengetahui pengertian pengelolaan kelas.
2. Mengetahui prinsip-prinsip mengelola kelas
3. Mengetahui cara menerapkan prinsip-prinsip mengelolakelas.
4. Mengetahui tugas guru dalam mengelola kelas.

C.Manfaat Penyusunan Makalah
Kemampuan guru dalam mengelola kelas dapat dijadikan sebagai tolak ukur suatu keberhasilan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, kami berharap makalah ini dapat menjadi bahan bacaan dalam memahami masalah pengelolaankelas

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas merupakan hal yang berbeda dengan pengelolaan pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran lebih menekankan pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut dalam suatu pembelajaran.Sedangkan pengelolaan kelas lebih berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (pembinaan rapport, penghentian perilaku peserta didik yangmenyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produktif),didalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas.Pengelolaan Kelas adalah berbagai kegiatan yang sengaja dilakukan olehguru dengan tujuan meciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagaiterjadinya proses belajar mengajar. Sedangkan untuk pengajaran adalah segala jenis kegiatan yang dengan sengaja kita lakukan dan secara langsungdimaksudkan untuk mencapai tujuan- tujuan khusus pengajaran. Pengelolaankelas (classroom management ).
Berdasarkan pendekatan menurut Weber diklasifikasikan kedalam dua pengertian, yaitu berdasarkan pendekatan otoriter dan pendekatan permisif

Berdasarkan pendekatan otoriter pengelolaan kelas adalah kegiatan guruuntuk mengkontrol tingkah laku siswa, guru berperan menciptakandanmemelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat (Weber).Bagi sekolah atau guru yang menganut pendekatan otoriter, maka dalammengelola kelas guru atau sekolah tersebut menciptakan iklim sekolah dengan berbagai aturan atau ketentuan-ketentuan yang harus ditaati oleh warga sekolah/kelas. Walaupun menggunakan pendekatan otoriter, berbagai aturan yangdirumuskan tentu saja tidak hanya didasarkan pada kemauan sepihak dari pengelola sekolah /kelas saja, melainkan dengan memasukan aspirasi dari siswa.Hal ini penting mengingat aturan yang dibuat diperuntukan bagi kepentingan bersama, yaitu untuk menunjang terjadinya proses pembelajaran yang efektif danefisien. Kedua pendekatan permisif mengartikan pengelolaan kelas adalah upayayang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan untuk siswa melekukan berbagai aktivitas sesuai dengan zang mereka inginkan.Pengertian kedua ini tentu saja bertolak belakang dengan pendapat pertama. Menurut pandangan permisif, fungsi guru adalah bagaimanamenciptakan kondisi siswa merasa aman untuk melakukan aktivitas di dalamkelas, tanpa harus merasa takut dan tertekan.Dengan demikian, pengelolaan kelas merupakan usaha sadar, untuk mengatur kegiatan proses belajar mengejar secara sistematis.
B.Prinsip-Prinsip Mengelola Kelas
Penguasaan terhadap prinsip mengelola kelas merupakan keterampilanyang harus dikuasai oleh bagian seorang guru yang profesional, selain harusmenguasai pengetahuan atau ilmu yang akan diajarkannya secara prima, jugaharus menguasai cara menyampaikan materi dan penguasaan ruang belajar sehingga akan tercapai proses belajar mengajar yang efektif. Bila hal tersebuttidak tercapai, maka besar kemungkinan proses belajar mengajar menjadi tidak efektif dan tidak memberikan hasil yang memuaskan.Penguasaan terhadap prinsip pengelolaan kelas dan pengajaranmenghendaki agar guru menghiasi dirinya dengan prilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik, baik itu dalam pergaulan di sekolah maupun ketika berinteraksi di luar sekolah. Tauladan yang diberikan oleh guru mungkin akanlebih memberikan bekas kepada kehidupan siswa ke depan daripada sekedar
memberikan ceramah di depan kelas. Sikap dan tindak laku seorang guru akansenantiasa diingat dan dikenang oleh para siswanya.Tugas guru sebagaimana dikemukakan Crow and Crow hendaknyamemiliki sifat kepribadian yang disepakati sebagai syarat seorang pendidik,yaitu:1.Perhatian dan kesenangan pada subyek didik.Memberikan perhatian kepada subyek didik merupakan hal terpenting dalam proses pendidikan. Siswa sebagai subyek didik tentunya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan yang merupakan tugas pokok gurulah untuk mengisinya. Apabila guru memberikan perhatian kepada siswa, maka siswaakan merasa bahwa dia tidak belajar sendiri, siswa akan lebih termotivasi danakan lebih belajar dengan baik lagi.2.Kecakapan pengelolaan sarana pendidikan.Sarana pendidikan meliputi segala sesuatu yang dapat menunjang proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, seperti media, kursi, meja danalat-alat lannya.
Dari uraian di atas, dapatlah kita pahami bahwa pengelolaan kelasdimaksudkan agar proses pendidikan dapat berlangsung dengan efektif. Dengankata lain pengelolaan ini tujukan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan. Jikatujuan tersebut dapat dicapai barulah pengelolaan dalam proses belajar mengajar dapat dikatakan efektif.

C.Cara Menerapkan Prinsip-prinsip Mengelola Kelas
Pada dasarnya ada dua macam kegiatan yang dilaksanakan oleh setiapguru atau pelatih mereka mengelola sumber belajar dan melaksanakan dirinya sebagai sumber belajar. Apabila seorang guru atau instuktur dengan sengaja menciptakan suatulingkungan belajar di dalam kelasnya dengan maksud untuk mewujudkan tujuanyang sudah dirumuskan sebelumnya, maka ia bertindak sebagai “guru-manager”.Apabila guru atau instruktur yang sama secara fisik mengajar di kelas tersebut,maka ia menjadi salah-satu dari sumber belajar yang di kelolanya, dan dengandemikian ia berperanan sebagai “guru pelaksana” (“teacher-operator”). Ia mengatakan bahwa ia adalah sumber belajar yang paling sesuai, lebih sesuaiuntuk mewujudkan tujuan belajar dari pada setiap buku teks, buku kerja, film, pitasuara atau piring hitam, yang bisa diperoleh.Dalam banyak kesempatan, hal ini mungkin benar sekali, tetapi seringkaliguru memutuskan untuk secara aktif berbicara dan menulis dengan kapur di papantulis hanya karena dia senang dan menikmati pekerjaan mengajar. Dengan kata lain, keputusan untuk menjadi “guru pelaksana” diambil atas dasar kesenanganatau pilihan pribadi, dan bukan atas dasar analisis kebutuhan situasi belajar yangsesungguhnyaGuru yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan kelas memilikikemampuan untuk menempatkan dirinya sebagai guru manager dan guru pelaksana
.
D.Tugas Guru dalam Mengelola Kelas
Berhubungan karena waktu yang tersedia dan kemampuan guru sebagai pengelola selalu terbatas, maka mereka harus sedapat mungkinmengkosentrasikan terhadap pelaksanaan pekerjaan dengan meniadakan peranannya yang unik dalam organisasi sebagai pengelola sumber belajar.Dengan demikian di mungkinkan untuk mengisolasikan dan mengidentifikasi 4 fungsi umum yang merupakan ciri pekerjaan seorang guru sebagai manager:
a. Merencanakan, ini adalah pekerjaan seorang guru untuk menyusuntujuan belajar.
b. Mengorganisasikan, ini dalah pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan menghubungkan sumber-sumber belajar, sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang paling efektif, efisien danekonomis mungkin.
c. Memimpin, ini adalah pekerjaan seorang guru untuk memotivasikan,mendorong dan menstimulasikan murid-muridnya, sehingga mereka akansiap untuk mewujudkan tujuan belajar.
d. Mengawasi, ini adalah pekerjaan seorang guru untuk menentukan apakah fungsinya dalam mengorganisasikan dan memimpin di atas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan.
Jika tujuan belum dapat diwujudkan, maka guru harus menilai dan mengatur kembali situasinya dan bukannya mengubah tujuannya.Walaupun keempat fungsi pengelolaan ini merupakan kegiatan terpisah satu sama lain, namun mereka harus dipandang sebagai suatu lingkaran atau siklus kegiatan yang berhubungan secara bersama-sama, hal itu merumuskan kawasan khusus dari kemampuan dan keahlian professional seorang guru, secara bersama-sama, hal itu merupakan proses pengelolaan pendidikkan dan latihan.Akan tetapi, ada sisi lain dari peranan pengelola, karena untuk proses pengelolaan tugas untuk “menentukan” sama pentingnya dengan tugas untuk “melaksanakan”.Peran guru sangat besar dalam pengelolaan kelas, karena guru sebagai penanggung jawab kegiatan belajar mengajar di kelas. Guru merupakan sentralserta sumber kegiatan belajar mengajar. Guru harus penuh inisiatif dan kreatif dalam mengelola kelas, karena gurulah yang mengetahui secara pasti situasi dan kondisi kelas terutama keadaan siswa dengan segala latar belakangnya. Dalamkaitannya dengan tugas pengelolaan kelas ada beberapa tugas guru yang harusdilakukan sebagai berikut:1.Tugas sebagai pengajar atau instruksional Tugas ini mewajibkan guru menyampaikan sejumlah materi pelajaran sesuaidengan GBPP pengajaran, yang berupa informasi, fakta serta tugas danketerampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Untuk itu guru harus menguasaimateri pelajaran, metode mengajar dan teknik-teknik evalauasi. Dalam tugasini guru dianggap sumber informasi dan sumber belajar utama. Oleh karena itu guru harus selalu menambah dan memperluas wawasannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang saat ini.Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar hal-hal yang perlu dilakukan guru adalah:
a. Menyusun program pengajaran selama kurun waktu tertentusecara berkelanjutan.
b. Membut persiapan mengajar dan rencana kegiatan belajar mengajar untuk tiap bahan kajian yang akan di ajarkan berkaitan dengan penggunaan metode tertentu.
c. Menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pelajaran yangmerupakan program sekolah. Misalnya, program pengajaran perbaikandan pengajaran pengayaan serta ekstra kurikuler.
2. Tugas sebagai pendidik atau educational
Tugas guru bukan saja mengajar, tetapi lebih dari itu mengantar siswamenjadi manusia dewasa yang cerdas dan berbudi luhur. Dalam hal ini tugasguru dalam pembentukan sikap, mental dan watak yang sangat dominant.Dengan demikian system
”guru”sangatlah sesuai, karena secara psikologissiswa memerlukan “guru” di sekolah, sebagai pengganti orang tuanya.Oleh sebab itu guru harus memperhatikan siswa terutama sikap, tingkah laku,ketertiban dan kedisiplinannya. Disamping itu guru harus memperhatikankebiasaan-kebiasaan, kelainan-kelainan, kekhususan, kelebihan dankekurangan masing-masing siswa.3.Tugas sebagai pemimpin atau managerialTugas ini bukan saja pada saat pelajaran berlangsung tetapi juga sebelum dansesudah pelajaran berlangsung. Guru adalah pemimpin dan penanggung jawab utama di kelasnya. Oleh karena itu yang terjadi di kelas dan yang berkaitandengan siswa secara langsung atau tidak langsung menjadi tanggung jawab
guru. Sehubungan dengan itu guru harus banyak tahu latar belakang siswa-siswinya, baik segi sosial, ekonomi, maupun budaya.Sebagai pemimpin kelas, guru harus mengadakan hubungan dengan sekolahlain, masyarakat sekitar sekolah, termasuk dalam memanfaatkan sumber dayayang ada di lingkungannya. Oleh kerena itu hal-hal yang menyangkut tatausaha, dan administrasi kelas termasuk juga dalam lingkup tugas guru sebagaimanagerial guru. Dalam menjalankan tugasnya seorang guru setidaknya harusmemiliki kemampuan dan sikap sebagai berikut:a.Menguasai kurikulumKurikulum sebagai program pendidikan secara utuh, mempunyaikedudukan yang cukup penting dalam keseluruhan program pendidikandan pengajaran. Oleh sebab itu guru harus menguasai benar kurikulum/GBPP yang merupakan pedoman yang dapat mengarahkandalam merencanakan program dan belajar mengajar di kelas. Tanpa pengusaan yang baik terhadap kurikulum yang berlaku guru akanmengalami kesulitan dan kurang terarah dalam penyampaian materikepada siswa.Guru harus tahu batas-batas materi yang harus disajikan dalam kegiatan belajar mengajar, baik keluasan materi, konsep maupun tingkatkesulitannya sesuai yang digariskan dalam kurikulum. Guru yang baik adalah guru berhasil dalam pengajaran, dan mampu mempersiapkan siswamencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum
Pendidikan adalah suatu proses, bersama prose situ anak bertumbuh dan berkembang dalam belajar. Pendidik dengan sengaja mempengaruhi arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan diterima serta berlaku dalam masyarakat. Kuat lemahnya pengaruh itu sangat bergantung pada tata disiplin yang ditetapkan dan dicontohkan oleh guru.Di kelas guru adalah “pemimpin” yang menjadi teladan dan panutansiswa-siswinya. Oleh sebab itu disiplin bagi seorang guru merupakan bagian penting dari tugas-tugas kependidikan. Dalam hal ini tugas guru bukan saja melatih sikap disiplin pada anak didiknya tetapi juga pentingadalah mendisiplinkan diri sendiri sebagai ciri khas figur seorang.

E.Pengelompokkan Masalah dalam Pengelolaan Kelas
Masalah pergelolaan kelas dapat di kelompokkan menjadi tiga kategoriyaitu masalah individual, masalah kelompok dan masalah organisasi. Tindakan pengelolaan kelas seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasidengan tepat hakikat masalah yang sedang dihadapi, dan dapat memilih strategi penanggulangannya dengan tepat pula.1.Masalah Individu/PeroranganRudolf Dreikurs dan Pearl Cassell (Noorhadi,1985:5), mengemukakan bahwasemua tingkah taku individual merupakan upaya pencapaian tujuan pemenuhan kebutuhan untuk diterima kelompok dan kebutuhan untuk mencapai harga diri. Akibat tidak terpenuhinya kebutuhan, kemungkinan akanterjadi beberapa tindakan siswa yang dapat digolongkan menjadi:
1. Tingkah-Iaku yang ingin mendapatkan perhatian orang lain (attentiongetting behavior), misalnya membadut di dalam kelas (aktif), atau dengan berbuat serba lamban sehingga perlu mendapat pertolongan ekstra (pasif).
2. Tingkah-Iaku yang ingin merujukan kekuatan (power seeking behaviours), misalnya selalu mendebat atau kehilangan kendali emosional,seperti marah-marah, menangis atau selalu “Iupa” pada aturan penting dikelas (pasif).
3. Tingkah-Iaku yang bertujuan menyakiti orang lain (revenge seeking behaviors), misalnya menyakiti orang lain seperti mengata-ngatai,memukul, menggigit dan sebagainya (kelompok ini nampaknyakebanyakan dalam bentuk aktif atau pasif).d.Peragaan ketidakmampuan (displaying indequacy) yaitu dalam bentuk sama sekali menolak untuk mencoba melakukan apapun karena yakin bahwa hanya kegagalanlah yang menjadi bagiannya.
Keempat tindakan yang dilakukan individu tersebut di atas dapat diistilahkan menjadi:
a. Pola aktif yang konstruktif
b. Pola aktif yang distruktif
c. Pola pasif yang konstruktif
d. Pola pasif yang distruktif2.Masalah Kelompok Masalah ini merupakan yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas.Masalah kelompok akan muncul apabila tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kelompok, kelas frustasi atau lemas dan akhirnya siswa menjadianggota kelompok bersifat pasif, acuh, tidak puas dan belajarnya terganggu.
Apabila kebutuhan kelompok ini terpenuhi, anggotanya akan aktif, puas, bergairah dan belajar dengan baik. Lois V Johnson dan Mary A Banymengemukakan ciri-ciri kelompok dalam kelas:
a. Kesatuan kelompok Kesatuan kelompok memegang peranan penting dalam mempengaruhi anggota-anggotanya bertingkah laku.
b. Interaksi dan komunikasiInteraksi terjadi dalam komunikasi, kalau beberapa orang anggotamempunyai pendapat tertentu, maka terjadilah komunikasi dalamkelompok dan diteruskan dengan interaksi membahas, pendapat tersebut,yang sering disertai dengan emosi yang mempekuat interaksi.
c. Struktur kelompok Struktur informal dalam kelompok dapat mempengaruhi struktur formal, bila selalu ditempatkan pada posisi yang tinggi hal ini dapat merusak keakraban kelompok
d. Tujuan-tujuan kelompokApabila tujuan-tujuan kelompok ditentukan bersama oleh siswa dalamhubungan dengan tujuan pendidikan maka anggota-anggota kelompok akan bekerja lebih produktif menyelesaikan tugasnya. Dengan kata lainsiswa akan bekerja dengan baik apabila hal itu berhubungan dengantujuan-tujuan mereka.
Kebijaksanaan dan peraturan sekolah memberi refleksi kepada sikap nilai,organisasi, tujuan dan peri/aku siswa dalam kelas. Dengan kegiatan rutin yangtelah diatur secara jelas dan dikomunikasikan kepada seluruh siswa secaraterbuka, maka akan menyebabkan tertanam pada diri setiap siswa kebiasaanyang baik dan keteraturan tingkah laku.Adapun kegiatan-kegiatan rutin yang sudah diatur tersebut antara lain berupa:a.Penggantian pelajaran, hal rutin semacam ini hendaknya diatur secaratertib. b.Guru yang berhalangan hadir oleh satu atau lain hal maka siswa harussudah mengetahui cara mengatasinya.c.Masalah antara siswa, dapat dipecahkan bersama-sama dengan guru(wakil kelas/ketua kelas/ketua OSIS).d.Upacara benderae.Dan kegiatan lainnya yang harus diatur secara jelas tidak kaku danharus fleksibel.

F.Indikator Pengelolaan Kelas Yang Berhasil
Uraian di atas memberikan penjelasan mengenai bagaimana teknis penerapan pengelolaan kelas yang ideal dilakukan oleh para guru. Namuntentunya berhasil atau tidaknya pengelolaan kelas tetap saja bergantunga kepadakemampuan guru dalam menerapkannya.
Di bawah ini merupakan indicator pengelolaan kelas yang dianggap berhasil, yaitu:
1. Guru mengerti perbedaan antara mengelola kelas dan mendisiplinkankelas
2. Sebagai guru jika anda pulang ke rumah tidak dalam keadaan yangsangat lelah.
3. Guru mengetahui perbedaan antara prosedur kelas (apa yang guruinginkan terjadi contohnya cara masuk kedalam kelas, mendiamkan siswa, bekerja secara bersamaan dan lain-lain ) dan rutinitas kelas (apa yang siswalakukan secara otomatis misalnya tata cara masuk kelas, pergi ke toilet danlain-lain). Ingat prosedur kelas bukan peraturan kelas
4. Guru melakukan pengelolaan kelas dengan mengorganisir prosedur- prosedur, sebab prosedur mengajarkan siswa akan pentingnya tanggung jawab.
5. Guru tidak mendisiplinkan siswa dengan ancaman-ancaman, dankonsekuensi.(stiker, penghilangan hak siswa dan lain-lain)

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Beberapa hal penting yang dapat kami jadikan sebagai kesimpulan dalammakalah ini adalah berikut ini:
1. Pengelolaan kelas merupakan usaha sadar, untuk mengatur kegiatan proses belajar mengejar secara sistematis. Usaha sadar itumengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar.
2. Penguasaan terhadap prinsip mengelola kelas merupakan keterampilanyang harus dikuasai oleh bagian seorang guru yang profesional, selain harusmenguasai pengetahuan atau ilmu yang akan diajarkannya secara prima, jugaharus menguasai cara menyampaikan materi dan penguasaan ruang belajar sehingga akan tercapai proses belajar mengajar yang efektif.
3. Empat fungsi umum yang merupakan ciri pekerjaan guru sebagaimanager: merencanakan, mengorganisasikan, memimpin,dan mengawasi
4. Tindakan pengelolaan kelas seorang guru akan efektif apabila ia dapatmengidentifikasi dengan tepat hakikat masalah yang sedang dihadapi, dandapat memilih strategi penanggulangannya dengan tepat pula. Secara umum masalah dalam pengelolaan kelas dibagi dalam tiga kelompok, yaitu masalahindividu, masalah kelompok dan masalah organisasi.
B.Saran
Apa yang kita bayangkan dalam pengelolaan kelas dapat menjadi tindakannyata ketika berdiri di depan kelas untuk memulai proses belajar mengajar.Mengelola kelas dengan baik menjadikan suasana belajar mengajar terasamenjadi kondusif dan menyenangkan, baik bagi murid maupun guru.24