KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa menyertai kita semua, terutama dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini berjudul “ PENGEMBANGAN SARANA” yang penulis susun berdasarkan bantuan buku lain dan juga dari internet untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing.
Dalam kesempatan ini, penulis tidak lupa mengucapkan kepada semua pihak yang telah membantu penulis didalam menyusun makalah ini. Penulis sepenuhnya menyadari bahwa makalah ini tidak lepas 1dari banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis mengharapkan saran ataupun tanggapan dari pembaca dan juga dosen pengasuh, demi kesempurnaan makalah ini dikemudian hari. Akhir kata, semoga makalah ini mempunyai arti dan dapat menambah wawasan pembaca.

Silangit, juli 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar i
Daftar isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar belakang 1
B. Rumusan masalah 2
C. Pembatasan Masalah 3
D. Tujuan 3
BAB II PEMBAHASAN 4
A. Pengembangan sarana 4
B. Contoh pengembangan sarana 5
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 7
A. Kesimpulan 7
B. Saran 8
DAFTAR PUSTAKA 9

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Pendidikan dalam sejarah peradaban anak manusia adalah salah satu komponen kehidupan yang paling urgen. Semenjak manusia berinteraksi dengan aktifitas pendidikan ini semenjak itulah manusia telah berhasil merealisasikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam segala lini kehidupan mereka. Bahkan pendidikan adalah suatu yang alami dalam perkembangan peradaban manusia. Secara paralel proses pendidikan pun mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dalam bentuk metode, sarana maupun target yang akan dicapai. Karena hal ini merupakan salah satu sifat dan keistimewaan dari pendidikan, yaitu selalu bersifat maju. Dan apabila sebuah pendidikan tidak mengalami serta tidak menyebabkan suatu kemajuan atau malah menimbulkan kemunduran maka tidaklah dinamakan pendidikan. Karena pendidikan adalah sebuah aktifitas yang integral yang mencakup target, metode dan sarana dalam membentuk manusia-manusia yang mampu berinteraksi dan beradabtasi dengan lingkungannya, baik internal maupun eksternal demi terwujudnya kemajuan yang lebih baik.
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, pemerintah terus berupaya melakukan berbagai reformasi dalam bidang pendidikan. Dan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan sebuah kurikulum

B. Rumusan masalah
Salah satu komponen penting dari system pendidikan adalah kurikulum, karena kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan, baik oleh pengelola maupun penyelenggara khususnya oleh guru dan kepela sekolah, karena kurikulum dibuat secara sentralistik, setiap satuan pendidikan diharuskan untuk melaksanakan dan mengimplementasikannya sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang disusun oleh pemerintah pusat menyertai kurikulum tersebut. Dalam hal ini, setiap sekolah tinggal menjabarkan kurikulum tersebut disekolah masing-masing dan biasanya yang banyak berkepentingan adalah guru. Tugas guru dalam kurikulum yang sentralistik ini adalah menjabarkan kurikulum yang dibuat oleh pusat ( pusat kurikulum/ puskur, sekarang badan standar nasional pendidikan / BSNP) kedalam satuan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Di dalam pembelajaran didalamnya ada dipelajari pengembangan program. Di dalam pengembangan program sangatlah banyak program-program yang terdapat didalamnya. Tetapi yang menjadi permasalahan dalam makalah ini adalah pengembangan sarana.
C. Batasan masalah
Agar penulisan makalah ini dapat mencapai tujuan untuk di tulis penulis membatasi masalah sebagai berikut:
1. Pengertian Pengembangan sarana
2. Contoh pengembangan sarana
D. Tujuan
– Memenuhi tugas kuliah
– Mengetahui pengembangan sarana

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengembangan sarana
Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru meliputi
1. Sarana personal yang terdiri dari
1. Guru
2. Tenaga edukatif yang tidak mengajw seperti konselon
3. Tenaga teknis non edukatif misaInya tenaga tata usaha.
2. Sarana material yang terdiri dari
1. Bahan instruksional dalam bentuk bahan instruksional, teksbook, alat atau media pendidikan, sumber yang menyediakan bahan instruksional atau pengalaman belajar dan sebagainya.
2. Sarana fisik yang terdin dari gedung sekolah, kantor, laboratorium, lapangan batsman sekolah dan sebagainya.
3. Biaya operasional yaitu tersedianya biaya dan dana untuk penyelengguaan pendidikan.

3. Sarana Kepemimpinan
Sarana kepemimpinam ini akan memberi dukungan dan pengamanan pelaksanaan, serta member! bimbingan. penggunaan dan menyempurnakan program pendidikan.
4. Sarana Administrasi
Pendidikan administratif disini dapat disebutKan sebagai
– Pedoman Khusus Bidang Pengajaran
– Pedoman Penyusunan Sawn Pelajaran
– Pedoman Praktek Keguruan
– Pedoman Bimbingan Siswa
– Pedoman Administrasi Dan Supervisi
B. Contoh Rencana Pengembangan Sarana Dan Kurikulum Sekolah
1. Program Komputerisasi
2. Memiliki 1 ruang auditorium yang dilengkapi dengan perangkat computer, TV, VCD proyector & layer
3. Memanfaatkan multimedia dengan animasi melalui CD animasi interaktif untuk materi pokok (Matematika, Sains, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPS).
4. Pembinaan siswa berprestasi secara dini kelas III – V untuk persiapan lomba Calistung, Siswa Berprestasi, Olimpiade MIPA baik tingkat Kecamatan, Kota, Propinsi dan Nasional
5. Penggunaan modul dan LKS yang sesuai kurikulum dari buatan sendiri
6. Penambahan muatan lokal Bahasa Mandarin secara keseluruhan dari kelas I – kelas VI
7. Menanamkan kebiasaan percakapan berbahasa Inggris untuk kelas V – VI (Full time speaking English) (selama 2 jam untuk setiap minggunya yakni saat jam pelajaran tersebut).

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada dasamya tujuan pendidikan yang pokok (atau hakiki, esensial, prinsipil ini tetap karena ia berhubungan dengan sistem nilai atau pandangan hidup suatu bangsa. Akan tetapi. hal itu tidak berarti kurikulum pun harus statis, tak pernah mengalami perubahan. Kurikulum pun harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.. masyarakat yang dinamis akan selalu mengalami perkembangan, selalu menuntut adanya perubahan sesuai dengan perubahan zaman.
Dalam banyak hal, kurikulum dapat dijadikan ukuran kualitas proses dan keluaran pendidikan yang dijalankan. Dalam suatu kurikulum sekolah telah tergambar tentang berbaga pengetahuan, keterampilan, sikap serta nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan suatu sekolah. Akan tetapi kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya faktor penentu “kualitas seperti yang disarankan didalamnya. Masih terdapat berbagai faktor lain yang turut menunjang kualitas atau keberhasilan kegiatan pendidikan yang dijalankan misalnya pengembangan sarana, situasi dan kondisi lingkungan, kualitas guru sebagai pelaksana pendidikan dan sebagainya.
B. Saran
Pada hakekamya, hal itupun dapat dipandang sebagai akibat sistem pendidikan yang dijalankan yang sudah diperhitungkan. Dengan kata lain adanya keadaan masyarakat yang dinamis dan terbukti terhadap adanya usaha-usaha pembaharuan sesuai dengan perkembangan zaman tersebut, merupakan keberhasilan sistem pendidikan, tanpa mengakibatkan berbagai faktor lain yang juga berperan.
Penting bagi guru adalah ia harus benar-benar menyadari peranannya sebag pelaksana pendidikan yang amat menentukan. Hal itu menunt kepadanya untuk memahami dan menguasai berbagai masalah pendidikan, antara lain masalah kurikulum.

DAFTAR PUSTAKA
Riyanto, Yatim. 2006. Pengembangan Kurikulum dan Seputar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Surabaya: Unesa University Press.
Sudrajat, Akhmad. 2008. Pengertian Kurikulum (Online) http:// akhmadsudrajat. wordpress.com/pengertian-kurikulum, diakses 03 februari 2011.
Sugiyanto. 2010. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum (Online) http://blog.unila.ac. id/sugiyanto, diakses 03 februari 2011.