BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Dalam kegiatan belajar mengajar, sebenarnya berada pada kondisi yang unik, sebab secara sengaja atau tidak sengaja masing-masing pihak berada dalam suasana belajar. Jadi guru walaupun dikatakan pengajar sebenarnya tidak langsung juga melakkan belajar.

Guru dalam menjalankan proses pembelajaran dibutuhkan suatu bahan ajar karena digunakan untuk membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dan dari proses belajar mengajar ini akan diperoleh suatu hasil yang pada umumnya disebut hasil pengajaran.

1.2 Tujuan Penulisan
– Untuk memenuhi tugas mata kuliah yang bersangkutan.
– Untuk melatih penulis dalam pengembangan pola piker.
– Untuk lebih memahami dan mengenal proses pembuatan makalah.

-
BAB II
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

2.1 Pengertian Bahan Ajar
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan ajar yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bias berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis.
Mengapa guru perlu mengembangkan bahan ajar?
Guru harus memiliki atau menggunakan bahan ajar sesuai dengan :
– Kurikulum
– Karakteristik saran
– Tuntutan pemecahan masalah.

2.2Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar
Bahan ajar disusun dengan tujuan
1.Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan pesrta didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan social peserta didik.
2.Mambantu peserta didik dalam memperoleh alternative bahan ajar disamping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh.

2.3 Manfaat Bagi Guru dan Pesetra Didik

a.Manfaat bagi guru.
1. Diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
2. Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk dipeoleh.
3. Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi.
4 Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar.
5. Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dan peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya.
6. Menambah angka kredit jika dikumpulkan dan diterbitkan.

b. Manfaat bagi peserta didik.
1.Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
2. Kesempatan untuk belajar secara lebih mandiri dan mengurangi ketrgantungan terhadap kehadiran guru.
3. Menadapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.

2.4Prinsip Pengembangan
1.Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang konkret untuk memahami yang abstrak.
2.Pengulangan dan memperkuat pemahaman
3.Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta didik.
4.Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu kebrhasilan belajar.
5.Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demis setahap akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu.
6.Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik untuk terus mencapai tujuan.

2.5Jenis Bahan Ajar
1.Bahan ajar pandang (visual) yang terdiri atas bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed), seperti model/market.
2.Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.
3.Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video campact disk, filem.
4.Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material). Seperti CAI (Computer Assistented Instruction), Copack Disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis we (Web based learning materials).

2.6Teknik Penyusunan Bahan Ajar

Analisis kebutuhan bahan ajar
1.Analisis SK-KD indicator.
2.Analisis sumber belajar.
3.Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar.

2.7Penyusunan Bahan Ajar Cetak memperhatikan
1.Susunan tampilan
2.Analisis sumber belajar
3.Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar
Sumber ; Bintek KTSP 2009

2.8Cakupan Bahan Ajar
1.Judul MP, Sk, KD, Indikator, tempat.
2.Petunjuk belajar
3.Tujuan yang akan dicapai
4.Informasi pendukung
5.Latihan-latihan
6.Petujuk kerja
7.Penilaian

2.9Contoh Bahan Ajar
1.Problem solving matematika SMP
Kajian : Goemetri daftar kelas VIII
Problem solving SD/MI sesuai standar kompetensi CSK dan kompetensi dasar (KD) di kelas VI
-Problem solving SD/MI : Bilangan
-Problem solving SD/MI : Geometri

2.Contoh PTK IPS SD kels V
Penelitian tindakan kelas (PTK) bahan ajar SD isi CD berupa contoh-contoh PTK sebagai berikut… (semua dalam 1 CD).

BAB III
ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR

3.1 Kompetensi Dasar, Indikator, Standar Kompetensi, dan kegitana pembelajaran materi

1.1Mendengarkan
Memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan/atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana bentuk report.

Mengidentifikasi kelompok kata sifat. Linnya
Teks berbentuk report.
Adjective pharase, LKS, Modul, dll.
1. Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancer dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama berkenaan

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan
Teori belajar yang dianut guru dalam implementasi proses belajar akan mempengaruhi bahan yang dipelajari, proses yang dilaksanakan dan hasil yang diinginkan. Proses belajar sangat dipengaruhi oleh pendekatan atau strategi belajar yang digunakan dalam belajar. Prses pembelajaran yang dituntut kurikulum saat ini adalah proses pembelajaran yang dapat mengoptimalkan seluruh aktifitas siswa berdasarkan potensi yang dimilikinya.

Untuk menunjang proses pembelajaran, bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru untuk perencanaan pembelajaran. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga memungkinkan siswa untuk belajar. Bentuk bahan ajar yang digunakan bahan ajar cetak, Audio Visual, multimedia, audio dan visual.

B.Saran
Guru harus senantiasa menjadi pembimbing dan pelatih yang baik bagi para mahasiswa serta guru harus selalu mempertimbangkan berapa banyak dari yang diajarkan itu masih diingat kelak oleh subjek belajar.

About these ads