BAB 1
PENDAHULUAN
A Latar belakang
Bahan ajar adalah materi yang harus dipelajari siswasebangai sarana untk mencapai standart kompetensi dan kompetensi dasar (depdiknas 2003) materi pembelajaran adalah pengetahuan ketarampilan dan sikap yang harus diajarkan oleh guru dan harus dipelajari siswa untuk menjampai standart kompetensi dan kompetensi dasar ada beberapa jenis itu adalah fakta konsep prinsip dan proseur dan sikap atau nilai
Mareri pembelajaran yang termasuk fata misalnya na,a nama objek peristiwa sejarah lambing nama tempat nama orang dan sebanganya materi pembelajaran yang termasuk konsep misalnya pengetian definisi cirri khusus dan laainyan materi pembelajaran yang termasuk prinsip umpamanya dalil rumus adingium postulad teorema atau hubungan antar konsep yang mengambarkan jika maka seperti jika longam dipanasi maka akan memuai dan sebangaimnya materi pembelajaran materi pembelajaran yang berupa prosedur adlah langkah langkah secara sistematis ata berurutan dalam mengerjakan tuas termasuk ke dalam nya cara cara yang di gunakan untuk melakukan dan menghasilkan sesuatu sikap atau nilai berupa materi pembelajaran efekip seperti kejujuran kasih saying tolong menolonng semangat minat belajar dan sebangainya.

B. Rumusan Masalah
Dari uraian diatas kami merumuskan beberapa masalah sebagai berikut
1. Pengertian dan jenis bahan ajar
2. Prinsip dan prosedur penyusunan bahan ajar
3. Keberadaan bahan aja didalamm pembelajaran
4. Bagaimana susunan belajar itu
5. Teori tentang belajar
C. Tujuan Masalah
Setelah mengetahui kengiatn ini peserta diharapkan mamp[u dan berhasil
1. Mengungkapkan keberadaan bahan ajar dalam pembelajaran
2. Megungkapkan pengertian dan jenis bahan ajar
3. Mengungkapkan prinsip dan teknik langkah langkah penyusunan materi ajar
4. Menyusun bahan ajar yang dimamfaatkan dalam pembelajaran di kelas

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Dan Jenis Bahan Ajar
Bahan ajar adalah materi yang harus dipelajari siswa sebangai sarana untuk menjapai standart kompetensi dan kompetensi dasar materi pembelajaran (instrumental)adalah pengetahuan ketrampilan dan sikap yang harus diajarkan oleh guru dan harus di pelajari siswa untuk mencapai standart kompetensi dan kompetensi dasar ada beberapa jenis materi yang harus jenis jenis itu adalah fakta konsep prinsip prosedur dan sikap atau nilai
Bahan ajr dapat berwujud pada benda dan isi pendidikan tersebut dapat berupa pengetahuaan pembelaaran niai sikap dan metode perolehan sebangai ilustrasi bulkan biografi panglima sdirman adalh bahan ajar sejarah bahan ajar agar dapat menarik siswa wujud fisik seperti bentuk buku ukuran buku gambar sampai bentuk hurup dapt dibuat oleh penyusun buku sehingga dapat menarip perhatiaan pembaca isi buku yang terdiri dari informasi pengetahuaan dapat dibuat mudah dibaca oleh pengarang buku gambar atau foto dapat dibuat warna seperti aslinya agar menarik perhatian siswa dari segi guru bila bahan belajar telah menarik perhatian siswa maa akan mempermudah upanya pembelajaran siswa Jenis jenis bahan ajar adalah fakta konsep prinsip prosedur dan sikap atau nilai materi pembelajaran yang termasuk fakta misalnya nama nama objek peristiwa sejarah lambing nama tempat nama orang dan sebangainya materi pembelajaran berupa onsep misalnya pengertian defenisi cirri khusus komponen dan sebangainya materi pembelajaran yang termasuk prinsip umpamanya dari rumus adingan postual teorema atau hubungan atar konsep yang diganbarkan jika maka seperti jika longam defenisi maka akan memuai materi pembelajaran yang berupa prosedur adalah langkah langkah secara sistematis atau berurutan mengerjakan tugas terma suk ke dalam nya cara cara yang dingunakan untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu sikap atau nilai merupakan materi pembelajaran efektip seperti kejujuran kasih saying tolong menolong semangat minat belajar dan sebangainya
2.2 Prinsip Dan Prosedur Penyusunan Bahan Ajar
Ada tiga prinsip yang diperlukan dalam penyusunan bahan ajar . ketiga prinsip itu adalah relevansi konsitensi dan keckupan revalasi artinya berkaitan antara berhubungan erat konsintensi maksundnya ketaatanzasan atu keajengan –tetap kecakupan maksudnya seara kuantitatip materi tersebut memadai untuk di pelajari
Prinsip relevansi atau keterkaitan atau hubungan erat maksudnya adalah materi pembelajaran hendaknya relevan dengan penjapaian standart kompetensi dan kompetensi dasar jika kemamuaan yang diharapkan oleh menghafalkan fakta materi yang disajikan adalh fakta kllau kompetensi dasar meminta emampuaan melakukan suatu materi pelajaran ya adalah prosedur atau cara melakukan sesuatu bengitulah seterusnya
Prinsip konsitensi adalah ketaatanzasan dalam penyusunan bahan ajar misalnya kompetensi dasar meminta kemampuaan siswa untuk menguasai tiga macam konsep materi yang disajikan juga tiga macam umpamanya kemampuaan yang diharapkan dikuasai siswa adalah menyusun paragrapn deduktip materinya sekurang kurangnya pengertian paragraph deduktip artinya apa yang dia minta itulah yang di berikan
Prinsip kejukupan artinya materi yang di sajikan hendakny cukup memadai untuk mencapai kompetensi deasar materi tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak jika materi tidak terlalu sedikit kemungkinan siswa tidak akan mencapai kompetensi dasar memamfaatkan materi itukalau materi telalu banyak menyita waktu untuk mempelajarinya
Ada beberapa prosedur yang harus diikuti dalam penyusunan bahan ajr prosedur itu meliputi
1. Memahami standart isi dan standart kompetensi lulusan silabus program semester dan renjana prongram pembelajaran
2. Mengidentifikasi jenis materi pembelajaran berdasarkan pemahaman terhadap poin (1)
3. Melakukakan pemetaan materi
4. Menetapkan bentuk penyajiaan
5. Menyusun struktur(kerangka) penyajian
6. Membaja buku sunber:
7. Medraf (memburam) bahan ajar
8. Merelevisi (menyunting bahan ajar
9. Mengujijobakan bahn ajar dan
10. Merevisi dan menulis akhir(finalisasi)
Memahami standart isi (permen 22/2006) berarti memahami standart kompetensi dan kompetensi dasar hal ini telah dilakukakan guru ketika menyusun silabus prongram semester dan rencana pelaksanaan pembelajaran memahami standart kompehtensi lulusan (permen 23/2006) juga telah dilakukan ketika menyusun silabus walaupun demikiaan ketika penyusunanan bahan ajr dilakukaan dokumen dokumen tersebut perlu perlu di hadirkan dan dibaca kembali hal itu akan membantu penyusunaan bahan ajar mengaplikasikan prinsip relevasi konsintensi dan kecukupaan selain itu penyusunaan bahan ajr akan terpandu kea rah yang jelas sehingaga bahan ajar yang dihasilkan benar benar berfungsi
Mengidentifikasi jenis materi dilakukan agar penyusunan bahan ajr mengenal tempat tempat jenis jenis materi yang akan d sajikan hasil identifikasi itu kemudan dipetakan dan di organisasikan sesuai dengan pendekatan yang di pilih (procedural atau herarkis ) pemetaan materi dilakuakan berdasarkan sk, kd,dan skl. Tentu saja didalamnya terdaat indicator penjaaian yang telah dirumuskan pada saat menyusun silabus jika ketika menyusun silabus telah terpeta dengan baik pemetaan tidak diperlukakan lagi penyusunaan bahan ajar tinggal mempedomany yang ada pad silabus akan tetapi jika belum terpetakan dengan baik perlu pemetaan ulang setelah penyusunanan silabus
Langkah berikutnya yaitu menetapkan bentuk penyajiaan bentuk penyajiaan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhaan bentuk bentuk tersebut adalah seperti buku teks modul diklat lembar kerja informasi atau bahan ajar sederhana masing masing bentuk penyajian ini dapat dilihat dari berbagai sisi diantaranya dapat dilihat deari sisik sisik kekompleksaan struktur dan pekerjaannya bentuk buku teks modul diktat lembar informasi atau bahan ajar sederhana masing masing bentuk penyajiaan ini dapat dilihat dari berbangai sisi diantaranya dapaapat dilihat dari sisi kekomplekanya struktur dan pekerjaanya bentuk buku teks tentu lebih kompleks sibandingkan dengan yang lain bengitu pula hanya modul dengan yang lain yang paling kurang kompleksitasnya adalah bahan ajar sederhana sesuai dengan namanya sederhana tentu wujudnya juga sederhana
Jika bentuk penyajiaan sudah ditetapkan penyusun bahan ajar penyusun struktur atau kerangka penyajiaan nkerangka kerangka itu di isi dengan materi yang di tetapkan . Kengiatan ini sudah termasuk mendraf (membahasakan membuat ilustrasi gambar) bahan ajar draf itu kemudian direvisi .hasil revisi di ujijobakan, kemudiaan direvisi lagi dan selanjutnya ditulis akhir (finalisis) selanjutnya guru telah dapat mengunakan bahan ajar tersebut untuk membelajarkan siswanya
2.3. Keberadaaan Bahan Ajar Dalam Pembelajaran
Bahan ajar memiliki posisi amat penting dalam pembelajaran posisinya adalah sebangai representasi (wakil) dari penjelasan guru didepan kelas keterangan keterangan guru uraian uraian yang harus disampaikan guru dan informasi yang harus disajikan guru di himpun didalam bahan ajar dengan demikiaan guru akan dapat mengurangi kengiatanya menjelaskakan pelajaranya di kelas guru akan memiliki banyak waktu untuk membingbing siswa dalam belajar atau membelajarkan siswa
Pada sisi lain bahan ajar berkedudukan sebangai alat atau sarana untuk mencapai standart kompetensi dan kompetensi dasar oleh karena itu penyusunanan bahan ajar hendaklah berpedoman kepada standart kompetensi (skl) bahan ajar yang disusun bukan mempedomi sk kd dan skl tentulah tidak akan memberikakan banyak mamfaat kepada peserta didik
Bahan ajar juga mjerupankan wujud pelayanan suatu pendidikan terhadap peserta didik pelanyanan individu dapat terjadi dengan bahan ajar peserta sisik berhadapapanh dengan bahan yang terdomunikasi ia berurusan dengan informasi yang konsinten (taaat asas) peserta yang cepat belajar akan dapat mengoftimalkan kemamlpuaanhnya dengan mempelajari bahan ajar peserta didik yang lambat belajarnya akan dapat mempelajari bgahan ajar berulang ulang dengan demikiaan optimalisasi pelanyanan belajar terhadap peserta didik dapat terjadi dengan bahan ajar
Jadi keberasaan bahan ajar sekurang kurangnya menepati tiga posisi penting ketiga posisi itu adalah sebangai representesi sajian guru sebangai sarana pencapaian standart kompetensi kompetensi dasar standrt kompetensi lulusan dan sebangai pengoptimalan pelayanan terhadap peserta didik

2.4. Bagaimana Susunan Belajar Itu
Alat alat belajar mempunyai pengaruh pada kengiatan belajar disamping kondisi fisik tersebut suasana pergaulan disekolah jga terpengaruh pada kengiatan belajar mengajar guru memiliki peranan penting dalam menciptakan suasana belajar yang menarik bagi paera siswa beberapa pertimbangagan penting dalam rangkai menciptakan suasana belajar adalah sebangai berikut
1. Apabila gedung sekolah dan lampu sekolah membuaat kenyamanan belajar jika gtedung sekolah ruang kelas perabot sekolah tidak memenuhi syarat untuk belajar maka guru dapat melakukan usaha perbaikan sebangai ilustrasi misalnya menanam Taman hias di hahal; aman
2. Apakah suasana pergaulan atar orang tua siswa pegawai siswa bersifat akrap dan tertip? Setiap guru memiliki kewajiban ikut serta manjaga menunjudkan pergaulan yang akrap dan tertip maka peran sebangai guru adalah membuaat rukun semua warga sekolah
3. Apakah siswa memiliki ruang belajar di rumah jika sebangian siswa tidak memiliki belajar maka guru dapat menyusun kelompok belajar dan giliran belajar di tempat tertentu guru memiliki penting dalam atcara pembelajaran antara lain:

• Membuat desain pembelajaran secara tertulis lengkap dan menyeluruh
• meningkatkan diri untuk menjadi seorang guru yang berkepiribadian
• Bertindak sebangai guru yang mendidik
• Meningkatkan profesionalitif kenguruaan
• Melakukan pembelajaran sebangai dengan berbangai modul pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi siswa bahan belajar dan kondisi sekolah setempat
Belajar yang dihayati oleh seseorang pembelajar (siswa) ada hubungan dengan usaha pembelajaran yang dilakukan oleh poembelajar(guru) belajar yang dialami oleh pembelajaranya terkiat dengan pertumbuhan dengan berkembang dan pada posisi lain kengiatan belajar yang juga berupa perkembangan metode tersebut juga didorong oleh tidak tidak pensisikan atau pembelajaran
2.5. Teori Tentang Belajar
Pada mulanya teori teory belajar di kembangkan oleh para ahli psikologi dan disebabkan tidak langsung kepada manusia sisekolah melainkan melakukan percobaan dengan binatang mereka berangapan bahwa hasil percobaan akan dapat di terapkan pada proses belajar mengajar untuk manusia
Pada tingkat perkembangan berikutnya baru para ahli menjurahkan perhatianya pada proses belajar mengajar untuk manusia di sekolah penelitian penelitianya yang tertuang dalam berbangai teori yang berbangai macam jenhisnya ada yang mereka sebut dengan prongaram lext marhing machines association theree dan lain lain daklam hal ini secara global ada tiga teori yaitu
1. Teori ilmu jiwa daya
2. Teori ilmu gesstal dan
3. Ilmu jiwa asuasi
1. Teori belajar menurut ilmu jiwa daya
Menurut teori ini jiwa manusia terdiri dari macam macam daya masing masing daya dapat dilatih dalam rangka untuk memenuhi fungsinya untuk melatih sesuatu daya itu dapat dingunakan berbangai cara atau bahan yang pentin g dalam hal ini bukan penguasaan bahan atau materinya melainkan hasil dari pembentukakan dari ndaya daya itu kalau sudah demikian maka seseorang yang belajar itu akan berhasil
2. Teori belajar menurut ilmu jiwa gestalt
Teori ini berpandangan bahwa keseluruhan lebih penting dari bangian bangian unsure sebab keberadaanya keseluruhan itu juga lebih dulu sehinga daklam kengiatan belajar bermula pada suatu pengamatan penting dilakukan secara menyeluruh penting yang merumuskan penerapan dari kengiatan pengamatan ke kengiatan belajar bermula ada suatu pengamatan pengamatan penting dilakukan secarah menyeluruh tokoh penting yang yang merumuskan penerapan dari kengiatan pengamatan ke kengiatan belajar itu sssadalah koffika dalam mempersualkan belajar kofka berpendapat bahwa hokum hokum organisasi dalam pengamatan itu berbuku berbisi diterapkan dalam kengiatan belajar hal ini pada pokoknya yang terpenting adalah penyelesaian pertama yakni mendapatkan r3espon yang tepat karena pertemuaan respon yang tepat trgantung pada ahlinya si subjek belajar dengan segala panca inranya dalam kengiatan pengamatan keterlibatan semua panca inra itu sangat diperlukan
Dari aliran ilmu jiwsa gesfall keseluruhan ini memberikan beberapapa prinsip belajar yang penting
1. Manusia bereaksi dengan lingkungannya secara keseluruhan tidak hanya secara itenstual tetapi juga secara fisik emosional social dan sebangainya
2. Belajar adalah penyesuaian diri dengan linkungan
3. Manusia berrkembang sebangai keseluruhan abjat dari keil sampai dewasa
4. Belajar adalah perkembangan kea rah defenisi yang lebih luas
3. Teori belajar menurut ilmu jiwa asosiasi
Ilmu jiwa asosiasi berprinsip bahwa keseluruhan itu sebenarnya terdiri dari penjumlahan atau bangian bangian atau unsure unsurnya dari aliran ini ada dua teori yang sangat terkenal yakni teori teorisme dan hidrorike dan teori condiliching dari pulau

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam usaha penempuaan tujuan belajar perlu diterapkan adanya system lingkungan kondisi belajar yang lebih banyak mengajar diartikan sebangai suatu usaha penciptaan system lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar system linkungan belajar ini sendiri terdiri atau dipengaruhi oleh berbangai komponen yang akan masing masing yang akan saling mempengaruhi komponen komonen misalnya tujuan pembelajaran yang ingin di cpai materi yang ingin diajarkan guru dan siswa yang mengajarkan peranan serta dalam hubungan social tertentu jenis kengiatan yang dilakukan serta sarana prasarana belajar mengajar yang tersedia
3.2. Saran
Setelah kami menyelesaikan masalah ini disini kami memaparkan beberapa saran sebangai berikut
1. Didalam mempelajari dalam suatu mata kuliah itu maka kita ingin mempelarinya
2. Didalam proses belajar mengajar itu tolonglah sungguh Sungguh menjaga ketertibaban agar proses belajar mengajar kita dapat memperoleh dengan baik
3. Semoga makalah kami menambah wawatar pembaca

DAFTAR PUSTAKA
www proses penyusunan bahan ajar co.id
Komponen proses belajar mengajar department pendidikan dan Kebudanyaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek NKK 1979
Hasibuan J. J dkk 1988 proses belajar mengejar bandung remaja karyas

About these ads